Biji Adas Kaya manfaat Untuk kesehatan Tubuh


Biji Adas, (Foeniculum vulgare Mill) sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat dan dimanfaatkan sebagai obat alami, dan campuran rempah – rempah dalam bumbu masakan.

Adas menghasilkan minyak adas yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Minyak adas mempunyai 2 macam yaitu manis dan pahit, keduanya digunakan dalam industry obat- obatan, tak hanya itu Buah adas mengandung bau aromatik, pedas dan hangat, sangat membantu menghanggat kan lambung, Melancarkan peredaran darah,penghilang nyeri, meningkatkan nafsu makan, peluruh dahak, Merangsang produksi ASI. Manfaat dari buah adas sangat banyak bila di kelola dengan baik tanaman adas sangat berguna bagi kesehatan tubuh kita.

Tanaman Adas

Bagaikah rempah yang tumbuh dan mencuri perhatian masyarakat . Daunnya juga berkhasiat sebagai stimulant, peluruh kencing (diuretic), laktagoga, stomatik, dan menerangkan penglihatan.

Herba adas berkhasiat sebagai anti – emetik. Akar sebagai pencahar dan diuretic, sedangkan minyak dari buah (minyak adas, fennel oil) berkhasiat sebagai stimulant, larminatif, antibakteri, dan antelmintik. Minyak atsiri yang terkandung dalam biji adas adalah salah satu senyawa aktif bahan dasar pembuatan obat, kebanyakan minyak tersebut dimanfaatkan sebagai produk minyak telon untuk menenangkan lambung.

Tanaman yang mempunyai banyak kandungan dan kaya manfaat bagi tubuh kita sangat sayang bila kita tidak memanfaatkan dan memeliharanya, alam sudah menyediakan apa yang kita butuhkan, maka kita seharusnya lebih mencintai alam dan memeliharanya, kami bertujuan ingin mengajak masyarakat turut andil dalam memelihara alam, dan memanfaatkan seisinya dengan baik.

Dari artikel yang kami sajikan kami berharap masyarakat akan timbul minat baca yang baik .Tak hanya itu kami juga menemukan dari berbagai penelitian yang kami ambil dari berbagai referensi yang kami harapkan sangat bermanfaat bagi masyarakat, agar minat baca masyarakat lebih bagus dengan membaca artikel.

Aktivitas antioksidan biji adas tertinggi terdapat pada konsentrasi 1000 ppm dengan hasil 48.99 %. Biji adas memiliki persen aktivitas antioksidan yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Radikal bebas dapat menginduksi penyakit kanker, arterioskerosis dan penuaan dini yang disebabkan kerusakan jaringan karena oksidasi sehingga diperlukan antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas(Kikuzaki dan Nakatami, 1993).

Kandungan biji adas adalah d-Pinena, camphene, d- α-phellandrene, dipentene, anethole, d-fenchone, estragol, foeniculin, aldehid, amilaldehid dan asam anesat. Namun anda juga bisa mendapatkan antioksidan tak hanya di rempah adas saja Antioksidan alami juga dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, cereal, sayuran, buah-buahan, teh, rempah rempah, lainnya. Namun, reaktivitas radikal bebas itu dapat dihambat oleh sistem antioksidan yang melengkapi sistem kekebalan tubuh (Winarsi, 2007).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Tanaman Adas

Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). Menghilangkan dingin dan dahak. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan adas hitam juga membantu mengeluarkan angin, dan mendorong pengeluaran air seni, batuk pada anak-anak, sakit perut pada anak, diare, mual, kembung dan ambeien (Anon., 2000).

Penentuan Kemampuan Menangkap Radikal Bebas DPPH Komponen Senyawa Fenolik dari Eksrak Adas (Yun, 2001)

Larutan etanol yang mengandung ekstrak adas dicampur dengan pelarut etanol dan 2 ml larutan etanol dari radikal DPPH (1 mM DPPH dalam 0.250 ml) ditambahkan, sehingga diperoleh larutan 6 ml dengan konsentrasi fenol masing-masing sebanyak 0, 50, 100, 125, 150, 175, 200, 225, 250 ppm. Campuran divortex selama 15 detik kemudian dibiarkan diudara terbuka selama 30 menit. Absorbansi larutan diukur dengan metode spektofotometri pada panjang gelombang 517nm dengan etanol sebagai blanko. Selanjutnya dilakukan uji komparatif kapasitas penangkapan radikal bebas DPPH antara ekstrak adas dan BHT.

REFERENSI

  1. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999
  2. Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Balai Pustaka, Jakarta
  3. Yun, L. 2001. Free radical scavenging properties of conjugated linoic acids. J. Agric. Food Chem. 49:3452-3456
  4. Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Cetakan kelima.Yogyakarta: Penerbit Kanisus (Anggota IKAPI).
  5. Kikuzaki, H. dan N. Nakatami. 1993. Antioxidant effects of some ginger constituents. J. Food Sci. 58 (6): 1407-1410

Comments

No posts found