Beras Fermentasi Penurun Kolesterol

Angkak merupakan beras yang difermentasi dengan menggunakan ragi Monascus sp.

Sebutan untuk angkak berbeda -beda yaitu masyarakat cina menyebut Ang-Khak, Hong – Qu atau Koji, di jepang dsebut Ang-Khak, Koji, Beni atau Red Koji. Sejarah mencatat angkak berasal berasal dari negeri Tirai Bambu, Cina. Awalnyaangkak dikenal sebagai salah satu bahan obat – obatan Cina. Awalnya angkak dikenal sebagai salah satu bahan obat-obatan Cina. Angkak dipercaya dapat memperlancar pencernaan dan meregenerasi sel darah meras.

Saniah, Aminati. Pengaruh pemberian angkak (Red yeast Rice) terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada wanita Dispidemia. Artikel penelitian UNPID 2013.

Angkak ( Red Yeast Rice /RYR) masuk kedalam kategori makanan fungsional dan dihasilkan dari permentasi beras dengan khamir monascus purpureus. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam angkak adalah monakolin K yang memiliki kesanaan mekanisme dengan obat golongan statin yaitu dapat menghambat biosintesis kolesterol dalam hati.

Monakolin K bekerja dengan cara menghambat enzim HMG-KOA reduktase yang akan mencegah pembentukan mevalonat sehingga isoprene yang dihasilkan mevalonat akan menurun dan pembentukan squalen juga akan menurun, serta kadar kolesterol intrasel menurun.

Beras Fermentasi Sebagai Penurun Kolesterol :

1.Sebagai obat tradisional angkak dapat dipakai dengan cara sebagai berikut :

Ditumbuk halus, dimasukan ke dalam cangkir kemudian diseduh dengan air panas ¾ cangkir

2.Manfaat dan Khasiat Angkak :

Menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, melancarkan pencernaan, membantu meregrenerasi sel darah merah, dan sebagai pewarna alami.

3.Efek farmokologi Angkak

a.Mempunyai khasiat antifungionall terhadap Aspergillud, mucorm Penicillium dan Fusarium genus.

b.Mempunyai khasiat anti bakteri terhadap bacillius, Pseudomonas dan Escherichia

c.Mempunyai khasiat penurun kadar kolesterol

4.Kontra indikasi

Penderita ganguan fungsi liver atau gangguan ginjal serta wanita hamil dan menyusui tidak serta wanita hamil dan menyusui tidak disarankan mengkonsumsi angkak karena aktivitas dari monakalin K .

5.Penelitian yang telah dilakukan terhadap khasiat dan manfaat Angkak :

1.Hasil penelitian mahasiswa fakultas Gizi Universitas Diponegoro menyebutkan bahwa pemberian suplementasi kapsul angkak (RYR) dengan dosis 3,6 g/hari selama 24 minggu diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 21,3% dan meningkatkan kadar HDL sebesar 8,6%.

2.Hasil penelitian Becker dkk tahun 2009 menyatakan pemberian ekstrak angkak pada tikus jantan galur wistar yang telah diberi pakantingii lemak dengan dosis 20 mg/200 BB dan 40 mg/dl dan 48,24 mg/dl.

3.Hasil penelitian Lin dkk tahun 2005 menyatakan beras Monascus purpureus atau angkak dapat menurunkan LDL sebesar27,7% dan meningkatkan HDL sebesar3,4%.

4.Hasil penelitian Wang dan Linn tahun 2007 menyebutkan bahwa angkak dapat menurunkan gula darah dan trigliserida dalam tubuh.

Pustaka

  • Becker Dj, et al.2009. Red yeast rice for dyslipidemia in statin -intolerantpatients. Ann Intern Med 150:830-839.
  • Dalimartha, Setiawan. 2000. 36 Resep Tumbuhan Obat untuk Menurunkan Kolesterol. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
  • Guytan AC, Hall Ej. 2007. Metabolisme Lipid Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.
  • Goenarwo E. 2011. Pengaruh pemberian ekstrak angkak terhadap kadar HDL darah. Jurnal Unissula 49 (125) : 1-11
  • Lin, C, C., T-C Li, anda M-M Lai, 2005. Efficacy and safety of Monascus purpureus went rice in subjects with hyperlipidemia. European J Endocrinology 153:679-686.
  • Robert K. et al. 2006. Biokimia Harper. Edisi 27. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
  • Saniah, Aminati. 2013. Pengaruh Pemberian Angkak (Red Yeast Rice) terhadap Kadar Kolesterol LDL dan HDL Pada Wanita Dislipidemia. Artikel Penelitian UNDIP. Semarang.
  • Wang, T.H., and T.F.Lin.2007. Monascus Rice Produtcs. Advances In Food and Nutrition Research 53:123-159.